pEmbeRdayaAn PereMpuaN…

Pemberdayaan dalam bahasa inggris disebut sebagi empowerment. Istilah ini sering kali tumpang tindih dengan istilah empower (memberdayakan). Padahal sebenarnya dua istilah tersebut memiliki makna yang berbeda.

Istilah pemberdayaan sendiridiartikan sebagi upaya mengaktualisasikan potensi yang sudah dimiliki masyarakat, dengan kata lain pemberian kekuatan pada masyarakat lokal agar menjadi sebuah sistem yang bisa mengorganisasi diri mereka sendiri secara mandiri. individu bukan sebagai obyek, melainkan sebagai pelaku yang mampu mengarahkan diri mereka sendiri.

Payne (1997:266) mengatakan bahwa “Empowerment seeks to help client gain power of decision and action over their own lives by reducing the effect of social or personal blocks to exercising existing power,  by increasing capaciti and self confidence to use power and by transferring power from the environment to clients”

Pemberdayaan dalam Pendidikan Luar Sekolah (PLS) bisa dibagi menjadi 3, yaitu pemberdayaan perempuan, pemberdayaan pemuda, dan pemberdayaan masyarakat. Pada dasarnya konsep pemberdayaan pada ketiganya adalah sama, hanya saja pelakunya yang berbeda. Pada pemberdayaan perempuan misalnya maka yang menjadi pelaku pemberdayaan dikhususkan pada perempuan, begitu juga pemberdayaan pemuda dan pemberdayaan masyarakat. Hanya saja pemberdayaan masyarakat memiliki cakupan yang lebih luas lagi.

SIWU dan Pemberdayaan Perempuan

Salah satu contoh bentuk pemberdayaan perempuan adalah melalui SIWU. SIWU (Special Initiative Women Unemployment) atau sering juga disebut dengan PKPP (Prakarsa Khusus untuk Penganggur Perempuan) adalah program penyelamatan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan dengan mengadakan lapangan kerja bagi perempuan di daerah perkotan. Penerima manfaat dari program ini adalah perempuan korban PHK, penganggur, ibu rumah tangga yang ingin bekerja dll.

Adapun kegiatan dalam SIWU ini antara lain:

  1. Pelayanan sosial pada masyarakat: kegiatan ini lebih banyak diarahkan pada pemberian upah kerja dalam melakukan suatu pekerjaan layanan publik. Misalnya pelayanan kesehatan di rumah sakit atau puskesmas, bantuan guru sekolah dll.
  2. Pekerjaan Umum dan Pemeliharaan: kegiatan ini dapat berupa pemberian upah dan pengadaan bahan bagi perbaikan atau pemeliharaan prasarana umum seperti jalan dan drainase atau sarana umum dan sosial seperti rumah sakit, pasar tradisional, tempat beribadah dll.
  3. Pelatihan dalam rangka pemerdayaan: kegiatan dapat dilakukan dalam bentuk pelatihan untuk perempuan dalam rangka peningkatan ketrampilan dan pengetahuannya dalam memasuki pasar kerja.

Kegiatan SIWU diawali dengan pengusulan proposal dari proponen (pengusul proposal). Proponen terdiri dari lembaga pemerintah dan organisasi non-pemerintah yang sudah berdiri setidaknya 2 tahun. Total biaya yang diusulkan berkisar antara Rp. 50 juta hingga Rp. 400 juta. Tahap selanjutnya adalah seleksi dan review proposal oleh komite provinsi dan kemudian hasil tersebut di verivikasi oleh komite pusat. Kriteria pemilihan proposal:

  1. Target kemiskinan: dengan indikator lokasi kegiatan, jumlah tenaga kerja perempuan terhadap total tenaga kerja
  2. Dampak terhadap kemiskinan: perbandingan antara biaya upah dengan biaya lainnya, lama kegiatan
  3. Manfaat sosial kegiatan
  4. Peningkatan ketrampilan perempuan

Organisasi pelaksana SIWU terdiri atas tingkat pusat dan tingkat propinsi.

  • Tingkat Pusat: terdiri atas tim koordinasi pusat, Unit Pengelola Proyek Pusat/CPMU(central project management unit), pemimpin proyek/pemimpi bagian, dan konsultan monitoring dan manajemen dan konsultan penyebarluasan informasi.
  • Tingkat Propinsi: terdiri atas tim koordinasi Propinsi, Unit Pengelola Proyek Propinsi/PPMU(provincial project management unit), pemimpin bagian proyek propinsi, Konsultan monitoring dan Manajemen Propinsi, Pelaksana kegiatan (terdiri atas instansi pemerintah seperti Kecamatan dan Bappeda, dan organisasi non pemerintah seperti LSM, perguruan tinggi, yayasan dll.

Adapun beberapa daerah yang telah melaksanakan program SIWU diantaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Tmur, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Sasaran program ini adalah perempuan berusia 18-60 tahun, tidak termpil, dari rumah tangga miskin yang tidak memiliki pengahasilan tetap dan terkonsentrasi diwilayah perkotaan.

-seperti lainnya juga… semoga bermanfaat-

Sumber:

Direktorat Jendral Perumahan dan Permukiman. Pemberdayaan Perempuan melalui SIWU: penyiapan lapangan kerja bagi perempuan tidak terampil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: