Teori Belajar Orang Dewasa

Malcolm Knowles dalam publikasinya yang berjudul “The Adult Learner, A Neglected Species” yang diterbitkan pada tahun 1970 mengungkapkan teori belajar yang tepat bagi orang dewasa. Sejak saat itulah istilah “Andragogi” makin diperbincangkan oleh berbagai kalangan khususnya para ahli pendidikan.

Dalam pendidikan orang dewasa terdapat dua aliran yang melandasi teori belajar mengajar orang dewasa, yaitu “scientific stream” dan “artistic atau intuitive/reflective stream”.

AliranĀ  Scientific Stream dikenalkan oleh Edward L. Throndike pada tahun 1928 dalam “Adult Learning”. Aliran ini menggali dan menemukan teori belajar orang dewasa melalui penelitian dan eksperimen. Sedangkan aliran artistic stream menemukan teori belajar orang dewasa ditemukan melalui intuisi dan analisis pengalaman. Aliran ini dikperkenalkan oleh Edward C. Lindeman dalam “The Meaning of Adult Education” pada tahun 1926.

Oleh karena orang dewasa telah memiliki kematangan dalam hidupnya, maka akan lebih baik jika belajar orang dewasa didasarkan pada pengalaman peserta didik. Lindeman mengidentifikasi beberapa asumsi pembelajaran orang dewasa yang dijadikan teori belajar orang dewasa, yaitu:

  1. Pembelajar orang dewasa termotivasi belajar karena kebutuhan dan minat belajar akan memberikan kepuasan
  2. Orientasi belajar orang dewasa berpusat pada kehidupan, sehingga unit pembelajarannya didasarkan pada kehidupan nyata
  3. Pengalaman sebagai sumber terkaya bagi pembelajar orang dewasa, sehingga metode pembelajaran adalah analisa pengalaman
  4. Pembelajaran orang dewasa mempunyai kebutuhan yang mendalam untuk mengarahkan diri sendiri (self directed learning), sehingga peran guru sebagai instruktur.
  5. Perbedaan diantara pembelajar orang dewasa semakin meningkat dengan bertambahnya usia, oleh karena itu pendidikan orang dewasa harus memberi pilihan dalam hal perbedaan gaya belajar, waktu, tempat dan kecepatan belajar.

Menurut Lindeman terdapat lima (5) prinsip belajar teori belajar orang dewasa:

  1. Orang dewasa termotivasi belajar apabila “belajar” tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan minatnya, oleh karena itu titik berangkat pembelajaran orang dewasa adalah menemukan kebutuhan dan minat warga belajar
  2. Orientasi belajar orang dewasa adalah berpusat pada kehidupan(life centere), oleh karena itu unit pembelajaran orang dewasa harus terkait dengan kehidupan, bukan pelajaran.
  3. Pengalaman adalah sumber belajar yang paling baik bagi orang dewasa, sehingga metode menggunakan pengalaman dan analisis pengalaman.
  4. Orang dewasa mempunyai kebutuhan yang dalam untuk mengarahkan diri sendiri (self directing) oleh karena itu pengalaman adalah guru dalam pembelajaran dengan mengambangkan pengetahuan
  5. Perbedaan individu antara orang dewasa semakin bertambah sejalan dengan bertambahnya usia, olehkarena itu gaya belajar waktu, tempat dan kecepatan belajar harus di ijinkan/ditolelir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: